Senin, 11 Agustus 2014

Juni 2014 ( 1 year ago)

Setahun yang lalu,
ya, tepat 12 bulan yang lalu
Aku mengenalmu
tak tersirat apapun di awal
sekedar tahu, berteman, dan berpartner dalam pekerjaan
sama-sama membangun komunikasi.
Ya, menyambung silaturahmi.

    Berjuang membangun misi dan visi
    Sepakat dalam satu tujuan
    dan bersama berjuang mengejar asa
    
Seiring waktu..
aku tak tau berawal dari apa dan kapan
aku hanya merasakan sesuatu yang berbeda dalam dirimu
ada hal yang tak bisa kujelaskan tentangmu
ada getaran aneh di hati yang kurasakan ketika berada didekatmu
bahkan arteri dan vena serasa meloncat-loncat ketika berada didekatmu
aneh mungkin, tapi itulah yang kurasakan

    Bila kau tanya apakah aku bahagia? Tentu iya
    kedekatan itu sangat membuatku bahagia
    sampai aku menggantung tinggi harapan 
    ber-angan terlalu jauh
    dan terlalu memekakan dentum merah jambu
    ya, tentu pada dirimu

tapi,
lambat laun kau tak mengerti
arti penantianku selama ini
arti dari menunggu
menunggu itu sangatlah membosankan bukan?
sampai aku tak tau batas antara bersabar dan pasrah.

     harapan itu mulai melemah
     seiring datangnya harapan wanita lain kepadamu
     seiring ketidak terbacanya kode-kode lucu dariku olehmu
     dan aku hanyalah wanita biasa yang merasa tak layak kau harapkan, mungkin.

Harapan pupus? mungkin
tangisanku pun mungkin tak berarti olehmu
tangisan yang kerap muncul setiap hati ini merasa rindu
dan setiap aku resah memikirkanmu di larutnya malam
bahkan ketika aku harus menikam rasa ini agar tak memberontakku

      Kini, ketika aku telah mengenal pria yang membantuku bangkit dari kesedihan itu
      yang membantuku melupakan rasa itu
      yang telah berusaha mengalihkan perhatianku darimu
      dan ketika kami telah membangun komitmen untuk selamanya
      membangun ikatan yang suci 
      kau hadir membawa cinta yang selama ini aku harapkan
      kau hadir menawarkan hal yang selama ini aku angankan
      kau datang membawa kebahagiaan yang dulu aku rasakan

Menyesal? tentu.
tapi apalah gunanya penyesalan itu
hanya menyisakan tangis dan luka
hanya menyayat hatiku terlalu dalam
hanya membekaskan goresan dalam perihnya hati
sampai saat ini.


Untukmu 
masa lalu yang kuinginkan
RP 23011990





     
          

Tidak ada komentar:

Posting Komentar