Senin, 22 September 2014

Aku sah menjadi istrimu

Satu tarikan nafasmu melantunkan ijab qobul membuatku sah menjadi istrimu. Menjadi teman hidup dan patner setiap langkahmu. Aku siap lahir dan batin mengarungi bahtera rumah tangga bersamamu, sayang. Aku siap sayang, siap menjadi istri dan ibu dari anak2mu. 
Bimbing aku ya suamiku. Luruskan jika aku mempunyai salah. Dan kuatkan aku jika aku merasa lemah. Manjakan aku dalam cintamu kepada-Nya.
Semoga langkah ini selalu diridhoi Allah swt, menjadi keluarga yg sakinah mawadah warohmah. Amiin.

I will always love you, forever. Never end

Jumat, 12 September 2014

*Membuang Ibu ke Hutan "Ubasuteyama'

Copas Darwis Tere Liye

Pernahkah kalian mendengar istilah
"Ubasuteyama"? Mungkin tidak. Kita
lebih mengenal doraemon atau
naruto. Tapi tidak apa, catatan
pendek ini akan membahas tentang
ubasuteyama ini. Dalam bahasa
Jepang, artinya "gunung
pembuangan nenek". Ini cerita
legenda di Jepang, ada beberapa
versi, tapi yang manapun itu,
mengharukan sekali. Akan saya
ceritakan ulang, sy tulis dengan
pendekatan sedikit berbeda,
dengan versi Indonesia, tanpa
mengurangi maknanya, here we go.
Tersebutlah seorang anak, kita
sebut saja namanya Bambang. Dia
anak semata wayang, dibesarkan
penuh kasih sayang oleh Ibunya.
Ayahnya meninggal saat Bambang
masih kecil, maka repot betullah
Ibunya mengasuh si Bambang ini.
Apalagi pekerjaannya hanya
pengumpul kayu bakar di tepi hutan
lebat, sambil menanam kentang di
lahan terbatas. Setiap musim salju
datang, alamat tambah sulit hidup
mereka (eh, anggap saja di
Indonesia ada salju).
Tapi Ibu si Bambang sungguh
wanita yang tangguh. Dia bertahan
dari segala kesusahan hidup. Hari
demi hari. Bulan demi bulan. Tahun
demi tahun. Si Bambang kecil
beranjak menjadi remaja. Kabar
baiknya, si Bambang kecil ini jenius.
Maka satu demi satu kesuksesan
hadir di rumah sederhana itu. Si
Bambang berhasil masuk sekolah
terbaik, memperoleh beasiswa.
Hingga akhirnya bisa kuliah tinggi.
Bukan main. Dia kuliah di ibukota, di
kampus paling top, dan juara pula.
Nah, persis saat Bambang mulai
merengkuh sukses kisah hidupnya,
kisah indah Ibunya ini mulai
menikung tajam, meluncur turun ke
bagian menyedihkan. Saat wisuda,
saat Ibunya datang dari kampung,
si Bambang malu sekali dengan
teman2nya. Lihatlah, Ibunya
berpakaian kumal, wajahnya
keriput, tidak ada cantik2nya.
Apalagi saat dia mengenalkan
Ibunya ke teman wanita yang
ditaksirnya, lebih malu lagi,
sebenarnya kalau bisa memilih, ingin
rasanya si Bambang menyuruh
Ibunya tinggal di penginapan saja,
tdk usah hadir di acara wisudanya.
Belum lagi tingkah kikuk ibunya
yang salah jalan, melintas di
panggung, menganggu perayaan
wisuda itu. Membuat orang
berbisik-bisik, siapa orang tua
kumuh itu?
Bertahun2 berlalu lagi, si Bambang
mendapatkan pekerjaan bagus.
Gajinya tinggi, bisa beli rumah, bisa
beli mobil. Dan menurut pikiran si
Bambang, dia semakin repot harus
mengurus Ibunya. Bukankah dia
sudah membangunkan rumah bagus
di kampung buat ibunya? Sudah
memberikan uang bulanan? Apalagi
yang kurang? Hingga si Bambang
menikah, berat hati si Bambang
mengundang Ibunya ke kota, untuk
menghadiri pesta pernikahan
tersebut. Memperkenalkan Ibunya
ke kolega, rekan kerja, ke atasan,
dsbgnya. Bagaimana mungkin anak
muda yang karirnya cemerlang
punya Ibu merepotkan seperti ini?
Siapa ibu tua yang barusaja kikuk
menumpahkan air di tengah ruangan
pesta.
Bertahun2 lagi berlalu, Ibunya
mulai jatuh sakit2an. Maka semakin
repot saja si Bambang bolak-balik
pulang ke kampung. Lihatlah,
Ibunya terbaring lemah tidak
berdaya. Tidak produktif, tidak
bisa bekerja. Hanya menjadi beban
bagi banyak orang. Mengganggu
kebahagian dia dan istrinya malah,
juga pekerjaan, kesibukan--karena
harus menghabiskan waktu untuk
Ibunya. Kenapa ibunya nggak
mengurus diri sendiri, sih?
Merepotkan saja.
Si Bambang pendek pikiran, maka
dia memutuskan untuk membuang
Ibu-nya ke dalam hutan. Kita
anggap saja, jaman itu, sudah
menjadi tradisi, membuang orang
tua yang tidak berguna lagi ke
dalam hutan. Bahkan semua orang
menganggapnya lumrah, daripada
menambah beban ekonomi,
memperlambat kemajuan, buang saja
orang tua ke 'Ubasuteyama',
gunung pembuangan nenek. Tidak
ada yang salah dengan cara itu,
toh? Di jaman modern besok lusa,
orang2 juga mudah saja 'membuang'
orang tua ke panti jompo,
meninggalkannya sendirian di
rumah, dsbgnya.
Di pagi hari yang sudah diputuskan
Bambang, dia menggendong Ibunya,
membawanya masuk ke dalam
gerbang hutan. Melangkah pasti.
Sudah bulat tekadnya. Kondisi
Ibunya sudah lemah sekali, Ibunya
masih bisa bicara, tapi sudah pelan
suaranya. Matanya menatap lamat-
lamat wajah anaknya, dan
tangannya menggapai2 pelan
setiap ranting, daun yang mereka
lewati.
Enam jam perjalanan, persis jam dua
belas siang, tibalah Bambang di
bagian hutan paling dalam, paling
jauh. Dia meletakkan Ibunya ke
dasar hutan yang lembab. Penuh
lumut dan rumput. Pekerjaannya
sudah selesai, saatnya Bambang
pulang. Tidak perlu ada kata-kata
perpisahan. Toh, ibunya tahu sekali
tradisi ini. Itu resikonya menjadi
tua tidak berguna.
Tapi hei, si Bambang terdiam,
menelan ludah. Tidak, tentu saja
bukan karena perasaan cemas atas
nasib Ibunya yang membuat dia
menelan ludah, melainkan dia baru
menyadari: bagaimana dia bisa
pulang, keluar dari hutan
tersebut? Aduh, dia persis ada di
tengah hutan lebat. Jarak ke
gerbang hutan 20 kilometer lebih.
Dia boleh jadi malah semakin
tersesat ke puncak gunung?
"Tidak usah cemas, Nak."
Terdengar suara pelan Ibunya.
Si Bambang menoleh Ibunya.
"Ibu sudah mematahkan ranting
dan dedaunan sepanjang jalan kau
kemari. Pulanglah anakku, kau bisa
mengikuti jejak itu hingga gerbang
hutan. Tinggalkan Ibu di sini.
Tidak apa." Ibunya tersenyum,
berlinang air mata di pipi, menatap
anak semata wayangnya yang
begitu gagah dan membanggakan.
Maka terdiamlah si Bambang.
Sungguh. Kasih sayang Ibu tidak
pernah pudar. Sungguh, bahkan
saat kita, anak2nya menyakiti,
tidak peduli, bahkan tega
'membuangnya'. Lihatlah apa yang
dilakukan Ibu Bambang, sepanjang
perjalanan, itulah gunanya tangan
lemah Ibunya menggapai2 sekitar.
Bukan karena berontak, menolak
dibuang, Ibunya justeru sedang
menunaikan kasih sayang terakhir
bagi anaknya, mematahkan ranting,
merontookan dedaunan, membuat
jejak. Memberikan si Bambang jalan
pulang.

Asal berdua, sepeda ontel pun tak masalah

Haha prewed dadakan nih ceritanya. Kepengen bgt foto pake ontel kesayangan.
Rapopo, simpel dan menarik bukan??! Hehehe

Akhir Masa Lajang

ya, hari ini hari terakhirku menikmati masa lajang. Suka duka ceria canda tawa dan bersikap bebas bersama teman telah kulewati. Kini, aku harus mempersiapkan diri untuk naik level selanjutnya. Level yg lebih sulit tentunya. Di level ini aku harus banyak mengasah kedewasaanku, berlatih menjadi wanita yang bertanggung jawab demi keluargaku nanti, berlatih bersabar dan kuat menghadapi tantangan yg lebih besar. Tapi senangnya, dalam melewati masa itu aku tidak sendiri lg. Didampingi suamiku, partner hidupku, teman hidupku selamanya.Seumur hidup.
Aku yakin bisa dan kuat.

Rabu, 03 September 2014

Sekedar renungan (Harta dan Kebahagiaan)

H-10 pernikahanku.
Banyak sekali yg bertanya tg pekerjaan calon teman hidupku. Mereka tak salah, hanya saja terkadang segelintir orang tak berhak menghakimiku tg "pekerjaan" nya.  Apa sdh PNS??Apa kerja di BUMN? atau pengusaha kaya raya??. hmm, kenapa arti kata bahagia di benak mereka hanya sebatas harta?!. Untuk mengikuti sunnah Rosul, dan mengikuti ajaran-Nya (red:menikah) tidak perlu lah mempersulit diri dalam menentukan calon suami. terlebih dlam hal Harta yg sifatnya sementara dan bisa dicari. Yang terpenting buatku adalah agama dan akhlak yg baik. Dengan modal itu insyaallah harta akan bs dicari dgn barokah.
aku sangat bersyukur, dipertemukan dengan cepat denganmu (red:calon suami), tanpa halangan. Kenal, khitbah dan menikah (dalam waktu dekat ini). Yang terpenting kau sungguh bertanggung jawab tg perasaanmu dan tak membuatku menunggu. Sungguh aku dan keluargaku tak mempermasalahkan "Hal" itu. Alhamdulillah Allah mempermudah segalanya.
Semoga barokah ya sayang pernikahan kita nanti. Biarlah mereka disana menilai. tapi kita tetap yg menjalani. Kebahagiaan kita yg rasakan,bukan mereka. ;)

Jumat, 29 Agustus 2014

Being a Part of me

Sekedar berbagi kebahagiaan ya tmn2. hehe

Indah bukan?

290814 | 8.52 PM
entah knp mlm ini rasanya ingin selalu memandang langit. berharap kau jg melakukan hal yg sama. melihat bentangan hitamnya langit, kilaunya taburan bintang, terangnya cahaya bulan dan juga merasakan dinginnya udara yg merasuk raga saat ini.
lihatkah kau satu bintang di sana?meski kita berada di dua tmpat yg berbeda tp kita beratapkan langit yg sama, aku yakin km sdg melihat bintang itu. dsana aku menitipkan salamku untukmu. 
Malam ini, aku berharap kerinduan jg dtg padamu. berharap kau jg memikirkanku seperti yg aku lakukan saat ini. Sambil tersenyum simpul membayangkanku dan mencoba mengingat kenangan manis tg kita. Indah bukan? :)

Sabtu, 16 Agustus 2014

Merdeka!!!

17 Agustus tahun 45, itulah hari kemerdekaan kita. Hari merdeka nusa dan bangsa. Hari lahirnya bangsa indonesia. MERDEKA!!

Selamat ulang tahun ke 69 Indonesiaku, Indonesia kita. Bertambah satu tahun umur kemerdekaanMu. Semoga senantiasa bertambah makmur negri agrarisku. Negeri dimana terbentang kekayaan alam yg meruah dan sungai yang tak henti mengalir. Negeri yang mempunyai kebudayaan beraneka ragam dan kekayaan warisan budaya yg tak terhitung jumlahnya.

Tahukah kau, semangat kemerdekaan dr penduduk sabang sampai merauke senantiasa berkobar untukMu. Jiwa pahlawan terus tertanam dalam jiwa mereka. MempertahankanMu Indonesia. Mungkin pengorbanan ini tak sebanding dgn sikap patriotisme para pahlawan yg rela bertaruh nyawa demiMu.  Tapi, semangat memerangi penjajahan melalui arus globalisme inilah yg sulit.  Kini, cara penjajahan mereka adalah dengan merasuki otak, bermain secara cerdik dan licik. Bahkan mengotori pikiran anak bangsa dengan pornografi. Miris bukan.

Tantangan bangsa kian besar saudaraku. Coba pikirkan dan renungkan dalam hati yg terdalammu saudaraku, sdh sampai manakah kita bertindak adil dan jujur terhadap bangsa?sejauh mana loyalitas kita terhadap negara?dan sudahkah kita menyumbangkan pikiran dan tenaga untuk Indonesia??mungkin langkah bermanfaat dr kita sungguh kecil tapi besar maknanya untuk negeri ini. Tetap berjuang saudaraku. Merdeka!!!

Jumat, 15 Agustus 2014

Untukmu masa lalu

Terimakasih.
Terimakasih untuk kebersamaan ygtak sengaja kau beri. Terimakasih telah pernah menumbuhkan semangat baru untukku. Terimakasih telah sempat memberiku keceriaan walau hanya sebentar. Terimakasih untuk kesedihan yg pernah kurasakan karna mengharapkanmu. Bukan kamu yg salah, sedikitpun kamu tak salah. Aku hanya terlalu berimajinasi dgn anganku bersamamu. Tapi, untuk kesekian kalinya aku berterimakasih padamu karna dengan semua ini aku menjadi kuat.
Selalu terselip doa dalam sujudku agarTuhan memberikan kebahagiaan terbaik untuk kita. Amin

Untukmu, Calon suamiku

Untukmu, Calon suamiku.
Permintaan Maaf yg teramat sangat
Maaf karna selama ini belum bisa menjaga hatimu 100%.
Maaf karna terkadang pikiranku tanpa kontrol memikirkan masa lalu.
Walau sekelebat, walau sedetik. Seharusnya aku tak membiarkan perasaan itu sedikitpun meracuni cintamu.
Aku tau aku salah. Aku akan berusaha sebisa mungkin untuk bangkit. Untuk sepenuhnya mencintaimu. Untuk amanah menjaga hati dan cintamu. 30 hari menjelang pernikahan ini, aku berjanji akan ikhlas melepas masa laluku dan tulus menapak masa depan bersamamu. Imam keluargaku kelak. Dan Ayah dari anak-anakku nanti.

Jumat Terperih

Hari ini tepat hari jumat kesekian setelah hari itu. Hari dimana kau berani mengungkapkan. Hari dmn penyesalan yg amat mendalam kurasakan,bahkan sisa penyesalan itu msh kurasakan hingga kini.
hari ini juga H-30 pernikahan ku. Hari-hari yg penuh dgn persiapan sakral ini seharusnya kulewati dgn keceriaan,tapi terkadang terselip duka lagi, terasa menyesakkan relung dadaku. Perih.
Berharap waktu segera mengobatiku. Secepatnya.

Senin, 11 Agustus 2014

Juni 2014 ( 1 year ago)

Setahun yang lalu,
ya, tepat 12 bulan yang lalu
Aku mengenalmu
tak tersirat apapun di awal
sekedar tahu, berteman, dan berpartner dalam pekerjaan
sama-sama membangun komunikasi.
Ya, menyambung silaturahmi.

    Berjuang membangun misi dan visi
    Sepakat dalam satu tujuan
    dan bersama berjuang mengejar asa
    
Seiring waktu..
aku tak tau berawal dari apa dan kapan
aku hanya merasakan sesuatu yang berbeda dalam dirimu
ada hal yang tak bisa kujelaskan tentangmu
ada getaran aneh di hati yang kurasakan ketika berada didekatmu
bahkan arteri dan vena serasa meloncat-loncat ketika berada didekatmu
aneh mungkin, tapi itulah yang kurasakan

    Bila kau tanya apakah aku bahagia? Tentu iya
    kedekatan itu sangat membuatku bahagia
    sampai aku menggantung tinggi harapan 
    ber-angan terlalu jauh
    dan terlalu memekakan dentum merah jambu
    ya, tentu pada dirimu

tapi,
lambat laun kau tak mengerti
arti penantianku selama ini
arti dari menunggu
menunggu itu sangatlah membosankan bukan?
sampai aku tak tau batas antara bersabar dan pasrah.

     harapan itu mulai melemah
     seiring datangnya harapan wanita lain kepadamu
     seiring ketidak terbacanya kode-kode lucu dariku olehmu
     dan aku hanyalah wanita biasa yang merasa tak layak kau harapkan, mungkin.

Harapan pupus? mungkin
tangisanku pun mungkin tak berarti olehmu
tangisan yang kerap muncul setiap hati ini merasa rindu
dan setiap aku resah memikirkanmu di larutnya malam
bahkan ketika aku harus menikam rasa ini agar tak memberontakku

      Kini, ketika aku telah mengenal pria yang membantuku bangkit dari kesedihan itu
      yang membantuku melupakan rasa itu
      yang telah berusaha mengalihkan perhatianku darimu
      dan ketika kami telah membangun komitmen untuk selamanya
      membangun ikatan yang suci 
      kau hadir membawa cinta yang selama ini aku harapkan
      kau hadir menawarkan hal yang selama ini aku angankan
      kau datang membawa kebahagiaan yang dulu aku rasakan

Menyesal? tentu.
tapi apalah gunanya penyesalan itu
hanya menyisakan tangis dan luka
hanya menyayat hatiku terlalu dalam
hanya membekaskan goresan dalam perihnya hati
sampai saat ini.


Untukmu 
masa lalu yang kuinginkan
RP 23011990